Instalasi Operating system (OS)
Persiapan Sebelum Instalasi
Sebelum Anda mulai, pastikan Anda telah menyiapkan semua yang diperlukan:
File ISO Sistem Operasi: Ini adalah file instalasi OS yang bisa Anda unduh dari situs resmi seperti Microsoft untuk Windows, atau dari situs resmi distro Linux (misalnya Ubuntu).
Flash Drive Kosong: Ukurannya minimal 8 GB untuk Windows 10/11 atau Linux modern.
Aplikasi untuk Membuat Bootable Flash Drive: Saya merekomendasikan Rufus untuk pengguna Windows karena sangat mudah digunakan.
Komputer/Laptop Target: Pastikan data penting sudah di-backup, karena proses instalasi baru akan menghapus semua data di drive utama.
Langkah 1: Membuat Bootable Flash Drive
Bootable flash drive adalah media yang digunakan komputer Anda untuk memulai proses instalasi. Ini adalah cara termudah dan tercepat.
1. Unduh File ISO dan Aplikasi Rufus
Unduh File ISO: Kunjungi situs resmi, unduh file .iso dari OS yang ingin Anda instal. Misalnya, atau situs Ubuntu.
Unduh Rufus: Kunjungi situs resmi Rufus, unduh versi portabelnya. Anda tidak perlu menginstalnya, cukup jalankan.
2. Gunakan Rufus untuk Membuat Bootable Drive
Masukkan flash drive kosong Anda ke port USB di komputer.
Buka aplikasi Rufus.
Di bagian "Device", pilih flash drive Anda.
Di bagian "Boot selection", klik "SELECT" dan cari file .iso yang sudah Anda unduh tadi.
Untuk "Partition scheme", pilih GPT jika komputer Anda menggunakan mode UEFI (umumnya untuk komputer baru) atau MBR jika menggunakan mode Legacy BIOS. Jika tidak yakin, cek panduan motherboard Anda atau coba opsi default Rufus.
Klik "START". Rufus akan memformat flash drive dan menyalin file instalasi. Tunggu hingga proses selesai.
Langkah 2: Mengatur BIOS/UEFI dan cara memasuki BIOS
Setelah flash drive siap, Anda harus memberi tahu komputer untuk mem-boot dari drive tersebut, bukan dari hard drive internal.
Masukkan bootable flash drive/flash disk ke komputer target.
Restart komputer Anda.
Saat komputer menyala, segera tekan tombol yang tepat untuk masuk ke BIOS atau UEFI setup. Tombol ini berbeda-beda tergantung mereknya, tapi umumnya adalah F2, F10, F12, Del, atau Esc.
Setelah masuk ke BIOS/UEFI, cari menu "Boot" atau "Boot Order".
Pindahkan flash drive Anda ke urutan pertama (top priority) dalam daftar boot. Gunakan tombol panah atau tombol lain yang ditunjukkan di layar BIOS.
Simpan pengaturan dan keluar dari BIOS (biasanya dengan menekan F10 atau opsi "Save and Exit").
Langkah 3: Proses Instalasi Sistem Operasi
Setelah komputer me-restart, ia akan langsung mem-boot dari flash drive dan memulai proses instalasi.
Pilih Bahasa dan Lokasi: Ikuti instruksi di layar, pilih bahasa, format waktu, dan jenis keyboard yang Anda inginkan.
Pilih Tipe Instalasi:
Upgrade: Untuk meng-upgrade OS yang sudah ada (tidak disarankan untuk instalasi bersih).
Custom/Advanced: Ini adalah opsi yang Anda butuhkan untuk instalasi bersih.
Pilih Partisi:
Pada layar ini, Anda akan melihat daftar drive dan partisinya.
Untuk instal
asi bersih, hapus semua partisi yang ada di hard drive utama (pastikan Anda memilih hard drive yang benar). Ini akan membuat drive menjadi "Unallocated Space".Pilih ruang kosong tersebut dan klik "New" untuk membuat partisi baru, atau langsung klik "Next" untuk membiarkan installer membuatnya secara otomatis.
Tunggu Proses Instalasi: Sistem akan mulai menyalin file dan menginstal OS. Ini mungkin memerlukan beberapa restart. Biarkan saja dan jangan mencabut flash drive sampai diminta.
Pengaturan Awal: Setelah instalasi file selesai, komputer akan restart. Ikuti panduan di layar untuk membuat akun pengguna, mengatur kata sandi, dan melakukan konfigurasi dasar lainnya.


Komentar
Posting Komentar